Jakarta. Bank Indonesia dijadwalkan mengumumkan Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Januari 2026 dalam cakupan triwulanan melalui siaran langsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 14.00 WIB.
Pengumuman tersebut menjadi momentum awal tahun bagi otoritas moneter untuk menyampaikan evaluasi kondisi perekonomian global dan nasional, sekaligus arah kebijakan Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam pernyataan resminya, Bank Indonesia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta memperdalam sinergi dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah. Pendekatan bauran kebijakan ini diposisikan sebagai respons terhadap dinamika global yang masih diliputi ketidakpastian serta tantangan domestik dalam menjaga daya tahan pertumbuhan ekonomi.
Agenda RDG Januari 2026 diperkirakan akan menyoroti dua isu utama. Pertama, gambaran kondisi perekonomian global dan nasional di awal tahun 2026, termasuk perkembangan inflasi, stabilitas nilai tukar, dan dinamika pasar keuangan. Kedua, langkah kebijakan Bank Indonesia ke depan untuk menjaga keseimbangan antara dorongan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makroekonomi.
Pengumuman hasil RDG tersebut akan disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial resmi Bank Indonesia, antara lain YouTube dan Instagram, sehingga dapat diakses oleh pelaku pasar, akademisi, serta publik luas.
Bagi pelaku ekonomi dan pembuat kebijakan, hasil RDG Bank Indonesia pada awal tahun ini dipandang penting sebagai sinyal arah kebijakan moneter dan koordinasi kebijakan makro dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang 2026.