{"id":2637,"date":"2026-01-12T04:16:56","date_gmt":"2026-01-12T04:16:56","guid":{"rendered":"https:\/\/warnamediaonline.com\/?p=2637"},"modified":"2026-01-12T04:16:59","modified_gmt":"2026-01-12T04:16:59","slug":"masih-ada-merchant-tarik-biaya-qris-bi-tegaskan-mdr-0-untuk-umi-hingga-rp500-ribu-dan-tidak-boleh-dibebankan-ke-konsumen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/2026\/01\/12\/masih-ada-merchant-tarik-biaya-qris-bi-tegaskan-mdr-0-untuk-umi-hingga-rp500-ribu-dan-tidak-boleh-dibebankan-ke-konsumen\/","title":{"rendered":"Masih Ada Merchant Tarik \u201cBiaya QRIS\u201d? BI Tegaskan: MDR 0% untuk UMI hingga Rp500 Ribu, dan Tidak Boleh Dibebankan ke Konsumen"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Jakarta\/Depok<\/strong> \u2014 Keluhan konsumen soal adanya \u201cbiaya tambahan\u201d saat membayar menggunakan QRIS kembali mencuat. Menanggapi hal tersebut, <strong>Bank Indonesia (BI)<\/strong> mengingatkan bahwa kebijakan <strong>Merchant Discount Rate (MDR) QRIS<\/strong> memiliki aturan jelas: untuk transaksi <strong>hingga Rp500.000 pada merchant kategori Usaha Mikro (UMI)<\/strong>, tarif MDR adalah <strong>0%<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>BI menegaskan, untuk transaksi <strong>di atas Rp500.000<\/strong> maupun <strong>kategori usaha lain<\/strong>, MDR tetap berlaku sesuai ketentuan, tetapi <strong>biaya MDR tidak dibebankan kepada konsumen<\/strong>. Dengan kata lain, jika muncul biaya tambahan di sisi pembeli dengan alasan \u201cadmin QRIS\/MDR\u201d, praktik tersebut tidak sejalan dengan ketentuan yang disosialisasikan BI.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penjelasan resminya, BI juga merinci kategorisasi MDR QRIS dan kembali menekankan prinsip bahwa MDR adalah biaya yang melekat pada merchant (pedagang), bukan pada pembeli. Kebijakan tarif MDR yang diperbarui disebut berlaku efektif mulai <strong>15 Maret 2025<\/strong> (berdasarkan siaran pers RDG Februari 2025), termasuk ketentuan 0% untuk UMI sampai Rp500.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kenapa di lapangan masih ada \u201cbiaya QRIS\u201d?<\/h3>\n\n\n\n<p>Di tingkat praktik, sejumlah merchant diduga \u201cmengalihkan\u201d beban MDR atau biaya operasional lain (misalnya biaya layanan aplikasi\/EDC\/soundbox) ke konsumen dengan label \u201cadmin QRIS\u201d. Namun, BI menekankan bahwa <strong>konsumen tidak semestinya dibebani biaya tersebut<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Yang bisa dilakukan konsumen saat diminta biaya tambahan<\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Tanyakan dasar biayanya<\/strong>: \u201cIni biaya apa? MDR\/QRIS tidak boleh dibebankan ke konsumen.\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Minta pembayaran sesuai nominal<\/strong> (tanpa tambahan).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Dokumentasikan<\/strong> (struk\/nota, nama merchant, lokasi, waktu).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Laporkan<\/strong> melalui kanal pengaduan yang disediakan otoritas\/penyedia jika praktik pembebanan biaya tetap terjadi. (BI juga mengimbau pelaporan bila merchant membebankan biaya tambahan).<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Catatan Redaksi:<\/strong> Artikel ini mengacu pada penjelasan BI mengenai MDR QRIS dan unggahan resmi BI terkait MDR 0% untuk UMI hingga Rp500.000 serta larangan pembebanan MDR kepada konsumen.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta\/Depok \u2014 Keluhan konsumen soal adanya \u201cbiaya tambahan\u201d saat membayar menggunakan QRIS kembali mencuat. Menanggapi hal tersebut, Bank Indonesia (BI) mengingatkan bahwa kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS memiliki aturan jelas: untuk transaksi hingga Rp500.000 pada merchant kategori Usaha Mikro (UMI), tarif MDR adalah 0%. BI menegaskan, untuk transaksi di atas Rp500.000 maupun kategori usaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[180],"tags":[],"class_list":["post-2637","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"jetpack_publicize_connections":[],"jetpack_featured_media_url":"","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2637"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2638,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2637\/revisions\/2638"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/warnamediaonline.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}