Studi Kasus: Investasi dan Diversifikasi Portofolio

Studi Kasus: Investasi dan Diversifikasi Portofolio

Kasus: Investasi dan Diversifikasi Portofolio

Seorang investor bernama Andi memiliki dana sebesar Rp 100.000.000 untuk berinvestasi. Dia ingin membangun portofolio yang terdiri dari dua jenis instrumen investasi: Saham A dan Obligasi B. Andi memiliki profil risiko konservatif, sehingga dia memutuskan untuk mengalokasikan 60% dari dananya ke Obligasi B dan 40% ke Saham A.

Quote: “Diversifikasi adalah salah satu kunci untuk mengurangi risiko investasi dalam portofolio.”

Informasi Instrumen

Saham A:

  • Harga saham saat ini (P0) = Rp 1.000.000 per saham
  • Return tahunan yang diharapkan (E(rA)) = 10% per tahun
  • Volatilitas (risiko) saham (σA) = 25%

Obligasi B:

  • Harga obligasi saat ini (P0) = Rp 10.000.000 per obligasi
  • Return tahunan yang diharapkan (E(rB)) = 6% per tahun
  • Volatilitas (risiko) obligasi (σB) = 5%
Penyelesaian

1. Alokasi Dana untuk Masing-Masing Instrumen:

Alokasi untuk Saham A:

Dana Saham A = 0,40 × 100.000.000 = Rp 40.000.000

Alokasi untuk Obligasi B:

Dana Obligasi B = 0,60 × 100.000.000 = Rp 60.000.000

Disusun oleh: Dr. Dudi Duta Akbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *