Dalam pidatonya, Georgieva menyampaikan bahwa AI dapat meningkatkan produktivitas lintas sektor dan membantu negara berkembang mempercepat transformasi digital. Namun, ia mengingatkan bahwa tanpa kerangka regulasi dan investasi pada peningkatan keterampilan tenaga kerja, teknologi ini berisiko memperbesar jurang antara negara dan kelompok masyarakat yang siap beradaptasi dengan yang tertinggal.

Diplomasi Digital dan Posisi India

Di sela-sela forum, Georgieva bertemu dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, serta Menteri Elektronika dan Teknologi Informasi Ashwini Vaishnaw. Pertemuan tersebut membahas peran India dalam mengembangkan AI yang bertanggung jawab, termasuk upaya pemerintah memperluas akses digital dan mendorong pertumbuhan inklusif berbasis teknologi.

IMF memandang India sebagai salah satu ekonomi utama yang berpotensi memainkan peran sentral dalam tata kelola AI global, seiring dengan ekosistem teknologi yang berkembang pesat dan populasi digital yang besar.

AI dan Agenda Pertumbuhan Global

Dalam konteks global, IMF menilai AI sebagai katalis pertumbuhan jangka menengah yang dapat membantu meningkatkan output dan efisiensi sektor publik maupun swasta. Namun, organisasi tersebut juga menekankan pentingnya kebijakan fiskal dan pendidikan yang adaptif, agar negara mampu memitigasi dampak disrupsi pasar tenaga kerja akibat otomasi.

Pesan utama dari IMF adalah bahwa AI bukan semata isu teknologi, melainkan isu kebijakan ekonomi makro—yang menyentuh produktivitas, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial.

Kunjungan Georgieva ditutup dengan kunjungan ke Humayun’s Tomb, yang ia sebut sebagai simbol sejarah panjang India sekaligus refleksi atas masa depan dinamis negara tersebut di era digital.

Pidato lengkap Direktur Pelaksana IMF dapat diakses melalui situs resmi IMF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *