London, 16 Februari 2026 — Otoritas pengawas akuntansi di Inggris tengah mempertimbangkan perubahan aturan audit yang ketat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membangkitkan daya tarik pasar saham London dan menarik lebih banyak perusahaan China masuk melalui mekanisme Global Depositary Receipts (GDRs).

Inisiatif ini datang di tengah kecemasan yang meningkat atas menurunnya daya saing pasar modal Inggris dibandingkan dengan Wall Street dan bursa lainnya. Pemerintah Inggris telah menempatkan penguatan hubungan ekonomi dengan China sebagai salah satu pilar strategi pertumbuhan pasar finansialnya setelah kunjungan diplomatikpun dilakukan beberapa pekan sebelumnya.

Melonggarkan Aturan Agar Listing Lebih Menarik

Saat ini, perusahaan China yang ingin mengakses modal global melalui London diwajibkan memenuhi standar audit yang disetujui Inggris, yang dianggap lebih ketat dibandingkan standar domestik di China. Perubahan yang diusulkan oleh Financial Reporting Council (FRC) akan mengizinkan penggunaan standar audit China untuk auditor yang menangani GDRs dari perusahaan China, secara bersyarat dan bersifat sementara, sambil menunggu solusi legislasi permanen.

Aturan ini secara resmi disebut sebagai amandemen kebijakan “third country auditor” dan dibuka untuk konsultasi publik. Menurut FRC, proposal tersebut dimaksudkan mengurangi hambatan administratif yang telah membuat beberapa perusahaan besar enggan memilih London sebagai tempat pencatatan modal global.

Implikasi Kebijakan & Tantangan Standar Audit

Langkah ini menunjukkan **perubahan pendekatan kebijakan publik Inggris dalam mengelola keseimbangan antara perlindungan investor dan daya tarik pasar modal internasional. Selama ini, standar audit yang lebih ketat menjadi landasan untuk memastikan transparansi dan integritas pasar modal Inggris, khususnya dalam melindungi investor.

Namun, perbedaan yang signifikan antara standar audit China dan standar yang digunakan di pasar modal Inggris serta kekhawatiran tentang kualitas audit menjadi sorotan utama. Sejumlah regulator di negara lain, termasuk Amerika Serikat, pernah mengalami tantangan besar terkait audit perusahaan China, dengan beberapa perusahaan bahkan ditangguhkan atau delisting di bursa AS setelah masalah audit muncul di masa lalu.

Pelarangan sementara ini dipandang sebagai upaya pemerintah Inggris dan FRC untuk mengakomodasi kebutuhan pertumbuhan modal dengan syarat perlindungan investor tetap dijaga melalui serangkaian safeguard yang ketat.

Risiko dan Harapan Pasar

Pelonggaran standar audit ini bisa mendorong arus modal masuk melalui perusahaan China yang sebelumnya enggan mengakses pasar London karena ketentuan audit yang berbeda. Di sisi lain, perubahan tersebut juga menimbulkan pertanyaan terkait integritas pasar dan persepsi global atas standar tata kelola korporasi yang diterapkan di Inggris.

Investor institusional dan regulator keuangan di benua Eropa serta Asia kini mengamati perkembangan ini dengan seksama untuk menilai apakah langkah tersebut akan meningkatkan likuiditas pasar atau justru menimbulkan tantangan baru bagi perlindungan investor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *