Wall Street, 6 Februari 2026 . Saham Amazon.com Inc. anjlok tajam pada perdagangan Jumat setelah perusahaan memproyeksikan belanja modal (capital expenditure) sebesar $200 miliar untuk tahun berjalan, jauh di atas perkiraan pasar dan menandai lonjakan investasi dalam infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kejatuhan ini menjadi katalis pelemahan lebih luas di saham teknologi AS dan mendorong Nasdaq menuju pekan terburuknya sejak April tahun lalu.
Harga saham Amazon turun lebih dari 9 % setelah pembukaan pasar, menghapus sekitar $220 miliar kapitalisasi pasar dari nilai perusahaan, sementara sektor teknologi lainnya turut merosot. Pelemahan ini datang di tengah kekhawatiran investor atas biaya besar dan ketidakpastian pengembalian investasi capex skala besar yang diumumkan raksasa teknologi tersebut.
Lonjakan Capex & Ketidakpuasan Pasar
Amazon mengumumkan rencana belanja modal $200 miliar untuk 2026, mendanai ekspansi infrastruktur data center, pengembangan chip khusus AI, robotika, dan teknologi satelit—angka yang sekitar sepertiga lebih tinggi dari ekspektasi pasar dan hampir 50 % di atas capex tahun sebelumnya.
Peningkatan itu juga mencerminkan tren agresif belanja teknologi yang mendorong total capex Big Tech ke tingkat rekor. Namun, keberaniannya dalam skala investasi ini menimbulkan pertanyaan tentang seberapa cepat dan luas hasil pengeluaran tersebut akan terealisasi sebagai pendapatan dan profitabilitas di masa depan.
Reaksi Investor & Dampak Sektor
Investor bereaksi negatif terhadap rencana belanja ini, karena risiko finansial yang menyertainya dinilai membebani laba dan aliran kas perusahaan. Saham Microsoft, Alphabet, dan lainnya juga mengalami penurunan yang signifikan dalam pekan yang sama, meskipun masing-masing menunjukkan pertumbuhan pendapatan dari unit cloud mereka.
Beberapa analis mengingatkan bahwa transisi dari model operasi asset-light ke capital-heavy meningkatkan risiko struktural bagi perusahaan-perusahaan cloud besar, di mana kesalahan strategi investasi dapat berdampak pada kepercayaan investor dan valuasi pasar dalam waktu dekat.
AWS & Prospek Jangka Panjang
Meski begitu, Amazon tetap optimistis tentang prospek jangka panjang. Unit cloud perusahaan, Amazon Web Services (AWS), melaporkan pertumbuhan pendapatan sekitar 24 % tahun-ke-tahun, sementara CEO Andy Jassy menegaskan permintaan terhadap komputasi yang semakin kuat akan mendukung investasi besar ini di masa depan.
Namun, saat ini fokus pasar lebih tertuju pada ketidakseimbangan antara ambisi capex dan ekspektasi laba jangka pendek, yang menjadi penyebab utama aksi jual saham belakangan ini.