Dunia. Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini tidak lagi dipandang sekadar sebagai inovasi teknologi, melainkan sebagai kapabilitas penentu abad ke-21. Pandangan tersebut ditegaskan dalam laporan terbaru yang dirilis oleh World Economic Forum bekerja sama dengan Bain & Company.

White paper bertajuk Rethinking AI Sovereignty itu menyoroti bagaimana investasi strategis, infrastruktur yang tangguh, serta aliansi lintas negara dan sektor menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing AI secara global. Dalam laporan tersebut, AI diposisikan bukan hanya sebagai alat produktivitas, tetapi sebagai fondasi kekuatan ekonomi, keamanan, dan pengaruh geopolitik.

WEF menekankan bahwa negara dan kawasan yang gagal membangun kapasitas AI secara mandiri berisiko tertinggal dalam rantai nilai global. Ketergantungan pada teknologi, data, dan infrastruktur AI yang dikuasai pihak lain dinilai dapat melemahkan kedaulatan ekonomi dan ruang kebijakan nasional.

Laporan ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi internasional. Aliansi strategis dinilai krusial untuk mengatasi kesenjangan sumber daya, mempercepat inovasi, serta memastikan tata kelola AI yang aman dan inklusif. Dalam konteks ini, kedaulatan AI tidak dimaknai sebagai isolasi teknologi, melainkan sebagai kemampuan mengendalikan arah, penggunaan, dan manfaat AI secara strategis.

Implikasi Kebijakan ke Depan

Temuan WEF tersebut memberi sinyal kuat bagi pembuat kebijakan bahwa persaingan AI ke depan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan algoritma, tetapi juga oleh keputusan kebijakan jangka panjang: dari investasi riset, pembangunan infrastruktur digital, hingga posisi dalam kerja sama global.

Tanpa strategi yang jelas, AI berpotensi memperlebar kesenjangan antarnegara—bukan hanya secara teknologi, tetapi juga dalam kapasitas ekonomi dan pengaruh global.


Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan publikasi resmi World Economic Forum. Warna Media akan memantau bagaimana konsep AI sovereignty diterjemahkan ke dalam kebijakan nasional di berbagai negara, termasuk implikasinya bagi negara berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *