New York — Wall Street diperkirakan mencatat tahun terbaik untuk aktivitas investment banking sejak empat tahun terakhir, didorong oleh lonjakan pendapatan dari trading ekuitas dan peningkatan aktivitas merger-akuisisi di antara perusahaan besar AS.
Laporan kinerja kuartal keempat 2025 menunjukkan bahwa Goldman Sachs berhasil meraih **pendapatan dari perdagangan ekuitas sebesar US$4,31 miliar, suatu rekor untuk pendapatan trading ekuitas di Wall Street dalam satu kuartal, melampaui ekspektasi analis dan catatan pendapatan sebelumnya yang juga dipegang oleh bank tersebut.
Prestasi itu menjadi sorotan karena kontribusinya terhadap keseluruhan kinerja Goldman dan sektor perbankan investasi secara luas. Pendapatan trading ekuitas yang tinggi tidak hanya mencerminkan volatilitas pasar yang mendukung aktivitas perdagangan, tetapi juga menunjukkan peningkatan permintaan dari klien institusional untuk layanan perdagangan dan strukturasi produk keuangan.
Aktivitas Dealmaking dan Kinerja Industri
Analisis laporan keuangan dan data pasar menunjukkan pula bahwa pendapatan investment banking secara keseluruhan berada pada level yang sangat kuat pada 2025, membantu mendorong sektor ini ke performa terbaiknya sejak 2021. Goldman Sachs, bersama dengan pesaing utamanya seperti Morgan Stanley dan bank-bank besar lainnya, melaporkan lonjakan pendapatan dari fees advisory dan trading yang berkaitan dengan merger, akuisisi, dan restrukturisasi perusahaan.
Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor struktural dan siklikal, termasuk suku bunga yang relatif stabil di AS, kenaikan harga saham secara umum, serta backlog transaksi besar yang belum terselesaikan, memberikan dukungan bagi aktivitas investment banking di kuartal terakhir tahun lalu.
Implikasi ke Depan
Rekor pendapatan trading ekuitas Goldman Sachs tersebut menjadi indikator bahwa bulge bracket banks bank besar dengan bisnis ekuitas dan advisory global masih mampu memanfaatkan kondisi pasar yang dinamis untuk memperkuat pangsa pasar mereka dalam layanan investasi. Hal ini juga bisa mencerminkan pergeseran strategi investor institusional menuju ekuitas dan strategi perdagangan yang lebih aktif di tengah ketidakpastian makroekonomi.
Meski demikian, analis memperingatkan bahwa performa trading yang sangat tinggi juga menandakan ketergantungan pada volatilitas pasar, yang dapat berubah cepat jika sentimen investor melemah atau jika terjadi perubahan tajam dalam kebijakan moneter global.
Waktu akan memberi kejelasan apakah momentum ini akan berlanjut sepanjang 2026 atau justru berkontraksi seiring dinamika pasar yang terus berubah.