Washington DC / Caracas, Januari 2026. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan gelombang serangan militer kedua terhadap Venezuela, menyatakan langkah itu tidak lagi diperlukan setelah adanya peningkatan kerja sama dari pemerintah Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump lewat platform media sosialnya, Truth Social, serta dikonfirmasi oleh pernyataan pejabat Gedung Putih.
Trump mengatakan pembatalan serangan tersebut berkaitan dengan pelepasan sejumlah besar tahanan politik oleh pihak Venezuela yang disebutnya sebagai tanda negara itu “mencari perdamaian”. Sejumlah media internasional menyebut pelepasan ini sebagai bagian dari upaya pemulihan hubungan setelah operasi militer AS pada awal Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.
“Ini adalah langkah yang sangat penting dan cerdas. Amerika Serikat dan Venezuela kini bekerja sama dengan baik, khususnya dalam upaya membangun kembali infrastruktur minyak dan gas mereka secara lebih besar, lebih baik, dan lebih modern,” ujar Trump dalam unggahannya. Ia menambahkan, meskipun gelombang serangan yang direncanakan dibatalkan, kapal dan konstelasi militer AS tetap berada di wilayah tersebut untuk alasan keamanan dan keselamatan.
Pengumuman pembatalan serangan ini terjadi di tengah negosiasi yang lebih luas antara Washington dan otoritas Venezuela, termasuk pembicaraan tentang investasi besar-besaran sektor energi dan kemungkinan pemulihan operasi diplomatik di negara tersebut. Trump juga dilaporkan akan mengadakan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak AS untuk membahas investasi di Venezuela.
Tanggapan dan Reaksi Global
Reaksi terhadap pengumuman ini beragam. Di dalam AS sendiri, anggota parlemen dari kedua kubu politik mengkritik kebijakan luar negeri Trump yang dinilai inkonsisten—menggabungkan ancaman militer dengan dorongan kerja sama ekonomi yang kuat. Di Venezuela, sebagian kelompok melihat pelepasan tahanan politik sebagai langkah positif, meski kelompok hak asasi manusia menilai jumlah tahanan yang dibebaskan masih jauh dari harapan.
Sementara itu, kunjungan pejabat tinggi AS seperti Direktur CIA ke Caracas baru-baru ini dipandang sebagai sinyal pendekatan diplomasi pragmatis, meski kontroversi terhadap legitimasi pemerintahan interim Venezuela terus berlanjut.
Implikasi Kebijakan
Pembatalan serangan ini memiliki implikasi strategis yang lebih luas. Langkah tersebut bisa membuka peluang normalisasi hubungan bilateral, terutama dalam sektor energi dan perdagangan. Namun, analis mencatat bahwa ketidakpastian politik dan hak asasi masih menjadi isu besar di Venezuela, yang dapat memengaruhi stabilitas hubungan jangka panjang antara kedua negara.