Davos, 2026. Global Risks Report 2026 yang diterbitkan oleh World Economic Forum (WEF) menempatkan teknologi sebagai salah satu faktor risiko dan peluang paling menentukan dalam era fragmentasi global saat ini. Temuan ini menyoroti tantangan besar yang harus diantisipasi oleh bisnis, pemerintah, dan pembuat kebijakan dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan tahunan ke-21 ini mengumpulkan hasil survei lebih dari 1.300 ahli global dan mencatat bahwa dunia memasuki “Age of Competition” (Era Kompetisi Global)—di mana rivalitas geoekonomi, disrupsi teknologi, dan polarisasi masyarakat mendorong risiko kompleks dengan dampak lintas sektor.
Teknologi: Risiko dan Peluang yang Tidak Terpisahkan
Teknologi, terutama dalam domain kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan infrastruktur digital, dipandang memiliki potensi risiko yang mendalam sekaligus peluang besar bagi organisasi yang mampu mengelolanya.
Menurut WEF, kecerdasan buatan dan serangkaian kemajuan teknologi dapat:
- Membentuk ulang pasar tenaga kerja,
- Mengubah dinamika geopolitik,
- Meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus
- Menghadirkan celah baru bagi ancaman siber.
Laporan Global Cybersecurity Outlook 2026 yang terkait meskipun terpisah menegaskan bahwa:
- AI diperkirakan menjadi pendorong perubahan terbesar dalam lanskap keamanan siber tahun ini, menurut 94 % responden survei.
- Organisasi yang memprioritaskan ketahanan dan kolaborasi lintas sektor akan lebih siap menghadapi serangan canggih dan ancaman yang berkembang cepat.
Tantangan AI dan Keamanan Siber
Laporan WEF dan analisis risk foresight menunjukkan bahwa adopsi AI tidak hanya memperluas kapabilitas teknologi tetapi juga mempercepat pertumbuhan kerentanan baru, termasuk risiko manipulasi data, deepfake, dan serangan berbasis otomatisasi. Hal ini menjadikan keamanan siber sebagai prioritas strategis, bukan sekadar aspek teknis operasional.
Sementara itu, laporan independen Global Cybersecurity Outlook 2026 menyoroti bahwa organisasi di seluruh dunia kini lebih sering memasukkan risiko geopolitik sebagai faktor utama dalam strategi mitigasi siber mereka. Ini mencerminkan bagaimana teknologi dan keamanan kini berada di persimpangan antara kebijakan global dan daya saing bisnis.
Dampak pada Bisnis dan Kebijakan
Temuan WEF menunjukkan bahwa perusahaan yang proaktif dalam mengelola risiko teknologi akan berada dalam posisi yang lebih kuat menghadapi ketidakpastian global. Ini termasuk:
- Meningkatkan investasi dalam keamanan siber dan AI yang bertanggung jawab,
- Memperkuat infrastruktur digital yang tahan gangguan,
- Mengintegrasikan perencanaan ketahanan teknologi ke dalam tata kelola perusahaan.
Bisnis yang gagal memetakan risiko ini berpotensi terjerumus dalam kerugian operasional, gangguan rantai pasok digital, hingga masalah reputasi dan kepercayaan publik terutama ketika teknologi semakin menjadi pondasi inti kegiatan ekonomi.
Kesimpulan: Teknologi sebagai Faktor Kompetitif Utama
Laporan ini mempertegas bahwa kepemimpinan teknologi yang berlandaskan tanggung jawab dan ketahanan akan menjadi pembeda utama antara organisasi yang bertahan dan yang tertinggal dalam dekade kompetisi global yang semakin kompleks.
Lebih dari sekadar tren teknologi, AI, cybersecurity, dan infrastruktur digital kini merupakan komponen strategis dalam peta risiko global yang tidak bisa diabaikan oleh pelaku bisnis maupun pembuat kebijakan.