Peluncuran 166 Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia menandai langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program ini dirancang untuk menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas hingga jenjang SMA, dengan tujuan memutus rantai kemiskinan struktural melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Secara kebijakan, inisiatif Sekolah Rakyat menunjukkan pengakuan negara bahwa pendidikan masih menjadi instrumen utama mobilitas sosial, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini tertinggal secara ekonomi. Penyediaan akses pendidikan tanpa beban biaya diharapkan dapat mengurangi hambatan struktural yang kerap memaksa anak-anak dari keluarga miskin berhenti sekolah lebih awal.

Namun demikian, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak semata ditentukan oleh jumlah titik atau cakupan wilayah. Tantangan utama justru terletak pada kualitas pengelolaan, kesinambungan pendanaan, serta mekanisme pengawasan dan evaluasi. Tanpa tata kelola yang kuat, program pendidikan berbasis afirmasi berisiko menjadi simbol kebijakan jangka pendek tanpa dampak jangka panjang yang signifikan.

Dalam konteks ini, Sekolah Rakyat perlu dipastikan tidak hanya menjadi ruang belajar gratis, tetapi juga lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bermutu. Ketersediaan tenaga pendidik yang kompeten, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta dukungan psikososial bagi peserta didik dari latar belakang rentan menjadi faktor penentu keberlanjutan program.

Ke depan, pelibatan masyarakat, orang tua, dan pemangku kepentingan lokal juga menjadi elemen penting untuk menjaga akuntabilitas. Partisipasi publik dapat berperan sebagai mekanisme kontrol sosial agar Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau sasaran dan tidak menyimpang dari tujuan awalnya.

Peluncuran 166 Sekolah Rakyat patut diapresiasi sebagai langkah awal. Namun, tantangan sesungguhnya adalah memastikan bahwa program ini tidak berhenti pada angka, melainkan bertransformasi menjadi kebijakan pendidikan yang konsisten, berkelanjutan, dan mampu menghadirkan keadilan sosial bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *