Global. Pertumbuhan ekonomi global dinilai lebih tangguh dari perkiraan awal, meskipun proses pemulihan pascapandemi masih berlangsung tidak merata antarnegara. Temuan ini disampaikan dalam laporan terbaru Global Economic Prospects yang dirilis oleh World Bank.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sekitar seperempat negara berkembang masih mencatat produk domestik bruto (PDB) per kapita yang lebih rendah dibandingkan level tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun ekonomi global secara agregat menunjukkan ketahanan, sebagian negara belum sepenuhnya pulih dari guncangan krisis.

World Bank menyoroti bahwa ketimpangan pemulihan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk ruang kebijakan fiskal yang terbatas, tekanan utang, serta perbedaan kapasitas negara dalam merespons guncangan eksternal. Negara-negara dengan tingkat pendapatan menengah dan rendah dinilai menghadapi tantangan yang lebih berat dalam mengembalikan kesejahteraan masyarakat ke jalur pra-pandemi.

Laporan Global Economic Prospects juga menekankan bahwa lemahnya pemulihan PDB per kapita berimplikasi langsung pada kesejahteraan jangka menengah, terutama melalui perlambatan penciptaan lapangan kerja, tekanan inflasi, dan menurunnya ruang belanja sosial pemerintah.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi global tidak serta-merta mencerminkan pemulihan yang inklusif. Tanpa kebijakan yang lebih adaptif dan dukungan internasional yang memadai, kesenjangan pemulihan antara negara maju dan berkembang berpotensi semakin melebar.

Laporan lengkap Global Economic Prospects dapat diakses melalui laman resmi World Bank.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *