Sebuah laporan terbaru dari World Economic Forum menegaskan pergeseran penting dalam lanskap inovasi global: regulasi kini membentuk inovasi setara dengan teknologi itu sendiri. Whitepaper bertajuk The Regulatory Frontier, yang disusun bersama Government of the UAE dan Boston Consulting Group, menempatkan kebijakan dan aturan sebagai investasi infrastruktur kunci di era digital.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa negara dan kawasan yang mampu merancang aturan adaptif, prediktif, dan kolaboratif justru memperoleh keunggulan inovasi yang lebih berkelanjutan dibandingkan mereka yang mengandalkan deregulasi semata. Dalam konteks ini, regulasi tidak lagi diposisikan sebagai penghambat, melainkan sebagai enabler yang memberi kepastian arah bagi pelaku teknologi dan industri.

Regulasi sebagai Infrastruktur Digital

WEF menilai bahwa kompleksitas teknologi—mulai dari kecerdasan buatan, data lintas batas, hingga platform digital menuntut pendekatan regulasi yang diperlakukan layaknya infrastruktur publik. Artinya, aturan harus dibangun dengan investasi jangka panjang, kapasitas kelembagaan, serta mekanisme pembaruan yang berkelanjutan, bukan sebagai respons ad hoc terhadap krisis.

Pendekatan ini mencakup regulatory sandboxes, ko-kreasi kebijakan dengan pelaku industri, dan penguatan kapasitas regulator agar mampu mengikuti kecepatan perubahan teknologi. Tanpa itu, kesenjangan antara inovasi dan aturan berisiko menciptakan ketidakpastian hukum, fragmentasi pasar, dan hambatan adopsi.

Keunggulan Kompetitif dari Aturan yang “Cerdas”

Laporan tersebut menekankan bahwa “smart regulation” menjadi sumber keunggulan kompetitif baru. Negara yang berhasil menyelaraskan kebijakan dengan tujuan inovasi—tanpa mengorbankan perlindungan publik cenderung menarik investasi, talenta, dan ekosistem riset yang lebih kuat.

Sebaliknya, regulasi yang tertinggal atau tidak konsisten justru meningkatkan biaya kepatuhan dan mendorong pelaku inovasi berpindah yurisdiksi. Dalam jangka menengah, kondisi ini dapat melemahkan posisi suatu negara dalam rantai nilai digital global.

Implikasi Kebijakan ke Depan

Temuan WEF memperkuat argumen bahwa pembangunan kapasitas regulasi harus ditempatkan sejajar dengan pembangunan infrastruktur fisik dan digital. Di era di mana teknologi berkembang lintas sektor dan lintas batas, kebijakan yang adaptif bukan sekadar pelengkap, melainkan prasyarat inovasi.

Bagi pembuat kebijakan, pesan utamanya jelas: masa depan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecepatan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan negara merancang dan mengelola regulasi yang visioner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *