Jakarta, Januari 2026. Pernyataan dukungan strategis Republik Rakyat Tiongkok terhadap Venezuela dalam beberapa tahun terakhir terlihat lebih retoris daripada riil, ketika Washington melancarkan operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Kejadian itu membuka pertanyaan serius tentang kemampuan dan niat Beijing dalam menghadapi kekuatan Amerika Serikat. Threads+1
Dalam beberapa tahun terakhir, China secara konsisten menegaskan dukungannya kepada Caracas, termasuk menyebut hubungan bilateral sebagai “kemitraan strategis sepanjang masa” yang melawan campur tangan eksternal. Beijing bahkan menerjunkan kapal pengintai dan mengeluarkan kecaman kuat terhadap keterlibatan militer Amerika di kawasan itu. Wikipedia+1
Namun ketika Amerika Serikat melancarkan operasi militer di Venezuela pada awal Januari 2026 yang berhasil menangkap Presiden Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal China hanya bereaksi melalui pernyataan diplomatik yang keras di forum internasional, bukan lewat tindakan nyata di lapangan. Beijing mengecam operasi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyerukan agar hukum internasional dihormati, namun tidak mengerahkan kekuatan militer atau bentuk dukungan konkret lain untuk menyangga Caracas. Reuters+1
Keadaan ini memperlihatkan dua hal: pertama, meskipun China telah menjadi salah satu kreditur dan mitra ekonomi terbesar Venezuela termasuk investasi besar dalam sektor energi dan infrastruktur—Beijing tetap memilih jalur ekonomi dan diplomasi ketimbang konfrontasi militer langsung. Kedua, reputasi China sebagai pelindung negara bersekutu di luar wilayahnya kini diuji ketika sekutu tersebut berada di bawah tekanan langsung kekuatan militer Amerika. HSToday
Para analis menyimpulkan bahwa dukungan Beijing selama ini lebih bersifat retorik daripada operasional. China memiliki keterikatan ekonomi dan strategis di Venezuela, tetapi pendekatannya terutama bermuatan diplomatik dan finansial—bukan sebagai jaminan perlindungan militer atau konfrontasi langsung dengan Amerika Serikat. Reuters
Kasus Venezuela mencerminkan dinamika lebih luas dalam hubungan internasional: kekuatan diplomasi ekonomi Tiongkok mampu membangun hubungan strategis, tetapi ketika menghadapi tekanan militer dari kekuatan global seperti AS, Beijing memilih respons yang hati-hati dan retoris, bukan aksi kontras yang dapat memperburuk ketegangan. Threads