(Warna Media). Pergerakan terbaru di pasar minyak global menunjukkan bahwa pelaku pasar kini harus menimbang kembali dampak dari intervensi Amerika Serikat di sektor minyak Venezuela, di tengah kekhawatiran luas akan meluapnya pasokan minyak mentah dan tekanan harga yang berkepanjangan. Financial Times+1

Intervensi militer dan kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap industri minyak Venezuela, termasuk rencana pengalihan hingga puluhan juta barel minyak mentah ke pasar Amerika, telah menciptakan ketidakpastian baru. Meskipun langkah ini ditujukan untuk memanfaatkan cadangan besar Venezuela yang menyumbang sekitar 17 % dari cadangan dunia meskipun produksinya rendah akibat sanksi implikasi terhadap pasokan global masih sulit diprediksi dalam jangka pendek. Financial Times

Namun, sebagian besar analis pasar tetap skeptis bahwa intervensi tersebut bisa langsung meredam tekanan harga. Tren fundamental pasar saat ini ditandai oleh kelebihan pasokan yang signifikan dan harga minyak yang telah jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir. Brent dan WTI, dua patokan utama minyak global, telah mencatat penurunan lebih dari 15–20 % sepanjang 2025, mencerminkan tekanan dari surplus produksi dan lemahnya permintaan global. The Guardian+1

Surplus Produksi dan Glut Pasar

Analis menilai bahwa meskipun berita geopolitik sering mendorong fluktuasi harga jangka pendek, fundamental pasar tetap didominasi oleh surplus pasokan. Laporan independen dan proyeksi lembaga seperti International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa pasokan global diperkirakan akan tetap melampaui permintaan, dengan surplus yang berpotensi mencapai jutaan barel per hari sepanjang 2026. IEA

Trafigura, salah satu firma komoditas besar dunia, bahkan memperingatkan kemungkinan “super glut” minyak pada 2026, di mana output global terus tumbuh sementara permintaan mulai melambat termasuk dari konsumen besar seperti China. Business Insider

Akibatnya, sentimen pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh ekspektasi pasokan yang melebihi kebutuhan, ketimbang ketegangan geopolitik. Sejumlah analis menyebut langkah AS bisa menimbulkan persepsi bahwa cadangan Venezuela suatu hari akan kembali ke pasar sebuah faktor yang justru menekan ekspektasi harga daripada mendongkraknya dalam jangka menengah. Carbon Brief

Reaksi Pasar dan Tantangan Jangka Panjang

Harga minyak sendiri tetap bergejolak namun lebih rendah secara umum. Data harga Brent dan WTI menunjukkan bahwa level mereka berkisar di bawah angka yang secara historis dianggap stabil, menunjukkan bahwa kekhawatiran oversupply sangat mendominasi sentimen pasar saat ini. Investing.com

Di sisi lain, sementara perusahaan-perusahaan minyak besar seperti Chevron dan ExxonMobil mencatat kenaikan saham berdasarkan harapan investasi di Venezuela, realitas teknis seperti infrastruktur yang runtuh dan sanksi yang masih berlaku diperkirakan akan menghambat peningkatan produksi dalam waktu cepat. Argus Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *