Havana / Washington. Cuba kini dinilai lebih rentan terhadap tekanan eksternal untuk perubahan rezim dibandingkan sejak krisis ekonomi besar tahun 1990-an, menyusul peristiwa dramatis penangkapan presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh pasukan AS. Pernyataan tersebut mencerminkan realitas geopolitik yang berubah cepat di Amerika Latin, sekaligus membawa implikasi berat bagi pemerintahan Komunis di Havana. The Economist

Penangkapan Maduro pada awal Januari 2026, setelah operasi militer AS dan transfernya ke New York untuk menghadapi dakwaan narkotrafik, bukan hanya mengguncang Venezuela tetapi juga melumpuhkan mitra strategis utama Cuba. Caracas selama ini menjadi pemasok sekitar 30% kebutuhan minyak Cuba, dengan sistem pertukaran minyak dan tenaga medis sebagai inti hubungan bilateral. Reuters

Ketergantungan Ekonomi: Titik Kelemahan yang Diekspos

Hubungan ekonomi antara Cuba dan Venezuela memiliki akar panjang sejak era Hugo Chávez, ketika Caracas memasok minyak dengan harga subsidi bagi Havana sebagai bagian dari aliansi ideologis dan pragmatis. Geopolitik ini menopang ekonomi Cuba yang selama puluhan tahun bergulat dengan embargo AS, krisis pasokan energi, dan keterbatasan investasi asing. Facebook+1

Dengan hilangnya sumber energi yang stabil, Cuba diperkirakan berada dalam fase lebih rentan terhadap tekanan ekonomi dan politik dari luar. Kondisi ini mirip dengan periode ‘Special Period’ pada awal 1990-an, ketika runtuhnya Uni Soviet mengakibatkan krisis ekonomi parah di Havana, dengan pemotongan drastis pasokan energi dan makanan. Wikipedia

Tekanan Eksternal dan Rezim Politik

Dalam konteks kebijakan luar negeri AS yang semakin agresif terhadap rezim otoriter di Amerika Latin, kejadian di Venezuela bisa menjadi preseden tekanan baru terhadap Cuba. Penangkapan Maduro dan penalti yang dikenakan AS menunjukkan kemungkinan peningkatan penggunaan sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, dan kampanye tekanan lain terhadap Havana sebagai alat kebijakan luar negeri. The Economist

Kritikus rezim Kuba telah lama menunjukkan bahwa pemerintahan di Havana menghadapi tantangan struktural, termasuk tingginya inflasi, kelangkaan barang pokok, dan gelombang emigrasi yang meluas selama bertahun-tahun. Ketidakpuasan publik itu pernah mewujud dalam protes besar pada 2024, menunjukkan keretakan sosial yang tidak bisa lagi diabaikan oleh pemerintah. Wikipedia

Pertanyaan Tentang Stabilitas dan Reaksi Pemerintah Kuba

Pemerintah Kuba sejauh ini mengecam operasi AS terhadap Venezuela sebagai “terorisme negara” dan memperingatkan bahwa hal itu membawa risiko bagi semua negara di kawasan, menegaskan solidaritas ideologis dengan Caracas. Reuters

Namun, dengan tekanan ekonomi yang meningkat dan berkurangnya ruang manuver internasional, para analis mempertanyakan apakah kepemimpinan di Havana dapat mempertahankan legitimasi politiknya jangka panjang. Cuba sudah mengalami penurunan tajam dalam pertumbuhan ekonomi sejak era 2010-an, dengan sedikit reformasi struktural yang nampak mampu menghasilkan perbaikan signifikan. Council on Foreign Relations

Apa Selanjutnya?

Ekskalasi tekanan eksternal termasuk kemungkinan sanksi yang lebih berat atau isolasi diplomatik yang diperluas dapat mempercepat perubahan politik di Cuba, meski skenario rezim jatuh secara mendadak tetap dipandang sebagai kemungkinan rendah dalam jangka pendek. Sinyal geopolitik terbaru tetap menunjukkan bahwa strategi tekanan ekonomi dan diplomatik kemungkinan akan semakin digunakan sebagai alat kebijakan terhadap Havana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *