Laba bank-bank besar Inggris dilaporkan turun 9% sepanjang 2025, tertekan oleh biaya restrukturisasi, tagihan hukum, dan beban yang terkait dengan skandal mis-selling pembiayaan kendaraan (motor finance). Tekanan ini tidak datang di ruang hampa: ia bertumpuk di atas prospek pertumbuhan yang lemah dan kepercayaan bisnis yang rapuh—dua variabel yang biasanya menjadi “bahan bakar” ekspansi kredit. thebanker.com

Skandal motor finance: risiko yang belum selesai

Skandal motor finance menjadi salah satu kanal risiko yang paling merusak karena ia membawa dua konsekuensi sekaligus: pembentukan provisi (langsung menekan laba) dan ketidakpastian besaran kompensasi (membebani ekspektasi pasar). Sejumlah bank sudah mencatat dampak material—misalnya Lloyds yang sempat mencatat penurunan profit kuartalan tajam setelah menanggung charge besar terkait kasus ini. Financial Times

Di tingkat industri, regulator dan pelaku pasar masih berhadapan dengan pertanyaan mahal: berapa total tagihan redress yang pada akhirnya harus dibayar. Estimasi biaya bisa bergerak mengikuti desain skema kompensasi—bahkan ada laporan yang menyebut potensi biaya dapat lebih tinggi dari perkiraan awal dan dapat mengganggu jadwal pembayaran pada 2026. Reuters+1

Pelonggaran aturan modal BoE: “napas” untuk bank, tapi belum tentu obat

Di tengah tekanan laba, Bank of England (BoE) memberi ruang lewat pelonggaran aturan modal—dilaporkan menurunkan benchmark kebutuhan Tier 1 sistem perbankan dari sekitar 14% menjadi 13%. Kebijakan ini dimaksudkan menyeimbangkan ketahanan krisis dengan dorongan pertumbuhan kredit, namun dampak nyatanya tidak instan karena implementasi terkait standar baru disebut efektif mulai 2027. Reuters+2Financial Times+2

Dengan kata lain: pelonggaran modal memberi sinyal “relief”, tetapi 2026 tetap ditentukan oleh (1) arah suku bunga, (2) kualitas aset/credit losses, (3) biaya litigasi & redress motor finance, dan (4) permintaan kredit dari sektor riil.

“Future investigation”: 3 pertanyaan yang akan menentukan 2026

  1. Apakah redress motor finance jadi “one-off hit” atau berubah menjadi beban bertahap?
    Jika skema kompensasi meluas atau formula redress diperdebatkan, provisi bisa bertambah dan memukul laba beberapa kuartal. Reuters+1
  2. Seberapa jauh margin bank tertekan saat suku bunga turun?
    Jika penurunan suku bunga mempercepat kompresi margin, bank butuh mengganti profit dengan fee-based income—yang biasanya sulit ketika aktivitas bisnis lesu.
  3. Apakah pelonggaran modal benar-benar mendorong kredit produktif?
    Modal longgar tidak otomatis jadi kredit baru jika perusahaan menahan ekspansi karena kepercayaan bisnis rendah. Dalam skenario ini, “relief” modal bisa lebih banyak berakhir sebagai penyangga risiko, bukan pengungkit pertumbuhan.

Implikasi kebijakan ketika stabilitas dipakai untuk mengejar pertumbuhan

Pelonggaran modal oleh bank sentral selalu mengandung trade-off: dorongan ke kredit vs persepsi penurunan kehati-hatian pasca-krisis. Debat ini kembali menguat—bahkan di Inggris, isu “growth vs resilience” muncul seiring keputusan BoE tersebut. The Guardian+1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *