Jakarta, Desember 2025 — Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan untuk kelompok rentan terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita meskipun periode libur sekolah berlangsung. Kebijakan ini menunjukkan fokus pemerintah pada upaya pemenuhan gizi kritis di luar kalender pendidikan formal, terutama pada fase awal kehidupan. Antara News+1
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengatakan bahwa intervensi gizi terhadap kelompok rentan yang dikenal sebagai Kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) tidak boleh terputus meski sekolah libur karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) periode yang dinilai paling menentukan dalam tumbuh kembang anak. Antara News
“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time ini sebaik mungkin,” ujar Dadan. Antara News Jawa Timur
Penyesuaian Operasional Selama Libur
BGN menyatakan bahwa pelaksanaan MBG akan dilakukan secara lebih fleksibel pada masa libur sekolah. Bagi anak sekolah, layanan MBG bersifat opsional dan menyesuaikan kondisi teknis di lapangan atau pola kegiatan keluarga. Namun, bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, layanan gizi tetap berjalan enam hari per minggu tanpa jeda libur sekolah. Antara News+1
Informasi resmi yang tersedia juga menunjukkan bahwa program MBG akan diteruskan hingga akhir Desember 2025, dan dijadwalkan kembali secara serempak pada 8 Januari 2026 setelah masa persiapan operasional untuk seluruh unit pelayanan. Antara News
Implikasi Kebijakan dan Tantangan Pelaksanaan
Keputusan BGN ini berimplikasi lebih luas terhadap tata kelola program sosial berskala nasional. Prioritas terhadap kelompok 3B selama libur sekolah menunjukkan bahwa pendekatan program Makan Bergizi Gratis tidak semata disandarkan pada kalender sekolah, tetapi pada kebutuhan gizi berkelanjutan yang terukur.
Namun tantangan tetap ada. Distribusi MBG di luar jadwal sekolah menuntut:
- Koordinasi lintas lembaga untuk akses kelompok rentan di berbagai wilayah;
- Sistem logistik yang adaptif, khususnya di daerah terpencil atau selama periode libur panjang;
- Monitoring kualitas gizi, karena target program mencakup masa yang kritis dalam pertumbuhan anak dan kesehatan ibu.
Meskipun dukungan anggaran besar dialokasikan untuk MBG pada 2025, keberlanjutan layanan di masa libur dan kesiapan operasional pada awal 2026 akan menjadi tes penting bagi efektivitas program ini. Antara News