Riyadh/Washington — Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Arab Saudi sedang beradaptasi dengan “realitas baru” harga minyak yang lebih rendah, namun tetap menjaga momentum ekonomi pada 2025 berkat reformasi Vision 2030 yang mendorong diversifikasi, penciptaan lapangan kerja (termasuk bagi perempuan), serta menarik investasi. IMF+1
IMF mencatat, harga minyak telah turun hampir 30% dari puncaknya pada 2022, tetapi ketahanan ekonomi Saudi pada 2025 menunjukkan kemajuan dalam mengurangi ketergantungan pada minyak. IMF+1
Dalam rekomendasinya, IMF menyarankan Saudi untuk memprioritaskan proyek berimbal hasil tinggi, memperkuat institusi fiskal, memperdalam pasar modal, serta terus membangun tenaga kerja terampil agar transformasi tetap on track di tengah potensi pendapatan minyak yang lebih rendah. IMF+1
Secara terpisah, Reuters melaporkan Saudi memproyeksikan defisit anggaran 2026 sebesar 165 miliar riyal (sekitar USD 44 miliar) atau 3,3% PDB, lebih rendah dibanding estimasi defisit 2025, dengan penekanan baru pada kualitas belanja dan sektor prioritas. Reuters