Momen menjelang berbuka puasa menjadi salah satu periode transaksi paling padat bagi pelaku usaha mikro dan ritel makanan. Lonjakan pembeli dalam “war takjil” kerap memicu antrean panjang dan meningkatkan risiko kelalaian dalam pencatatan transaksi, termasuk pembayaran digital melalui QRIS.

Dalam situasi ramai dan serba cepat, potensi transaksi yang terlewat atau tidak terverifikasi dapat berdampak pada kerugian merchant. Karena itu, pelaku usaha diimbau untuk memastikan setiap pembayaran QRIS telah terkonfirmasi secara sistem sebelum pesanan diserahkan kepada pembeli.

Beberapa langkah pengamanan yang disarankan antara lain memastikan notifikasi pembayaran masuk secara real time, mengecek nominal transaksi sesuai tagihan, serta menggunakan perangkat yang stabil dan terhubung dengan jaringan internet yang memadai.

Digitalisasi pembayaran melalui QRIS telah memperluas akses transaksi non-tunai bagi UMKM. Namun, peningkatan volume transaksi musiman seperti Ramadan menuntut kewaspadaan ekstra agar sistem pembayaran tetap aman, lancar, dan mendukung peningkatan omzet usaha.

Video panduan transaksi aman QRIS untuk merchant dapat disimak melalui tautan berikut:
https://www.instagram.com/reel/DVA18fEET1Y/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *