Jakarta, 2026. Meskipun pendapatan meningkat di banyak negara, hampir dua pertiga negara berpenghasilan rendah dan menengah masih tertinggal dalam aspek nutrisi, hasil belajar, dan keterampilan tenaga kerja sebuah tren yang mengancam potensi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial jangka panjang. Laporan terbaru dari Bank Dunia menunjukkan bahwa kekurangan ini dapat menyebabkan kehilangan pendapatan masa depan hingga 51 persen jika tidak segera ditangani.

Dalam tulisan di World Bank Blogs, Paschal Donohoe, Managing Director dan Chief Knowledge Officer Bank Dunia, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup untuk menyelesaikan tantangan pembangunan sumber daya manusia. Alih-alih hanya bertumpu pada ekspansi ekonomi, negara-negara perlu melakukan investasi berkelanjutan pada modal manusia melalui nutrisi, pendidikan, dan keterampilan kerja untuk membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakatnya.

Masalah di Akar: Nutrisi, Pembelajaran, dan Keterampilan

Donohue memperingatkan bahwa ketimpangan modal manusia muncul sejak usia dini, bahkan sebelum anak memasuki pendidikan formal. Hambatan seperti malnutrisi dan akses pembelajaran yang rendah cenderung berlanjut hingga dewasa, memperburuk kesenjangan keterampilan yang dibutuhkan dalam tenaga kerja modern.

Dalam konteks pendidikan, kekurangan lingkungan pendukung di rumah dan komunitas berdampak besar pada kemampuan anak untuk berkembang, sementara peluang pembelajaran di tempat kerja tetap terbatas di banyak negara berkembang. Sekitar 70 persen tenaga kerja di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah berada di sektor pertanian, pekerjaan bernilai rendah, atau usaha mikro yang menawarkan sedikit peluang peningkatan keterampilan.

Contoh Keberhasilan dan Pelajaran Kebijakan

Donohue juga mengutip pengalaman Indonesia sebagai contoh positif, di mana upaya berkelanjutan untuk mengurangi angka stunting menunjukkan bahwa pendekatan komprehensif yang melibatkan kesehatan, gizi, sanitasi, pendidikan anak usia dini, dan perlindungan sosial dapat menghasilkan perubahan nyata. Hambatan struktural seperti ini hanya dapat diatasi melalui kerja lintas sektor dan keterlibatan komunitas.

Argumen Kebijakan: Karena Itu Perlu Langkah Terpadu

Tulisan tersebut menyoroti bahwa kebijakan ekonomi perlu memperluas fokusnya: bukan hanya pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga pada pembangunan modal manusia yang mendalam di rumah, lingkungan, dan tempat kerja. Investasi pada layanan kesehatan, pendidikan formal dan nonformal, pelatihan keterampilan, serta dukungan bagi usaha kecil dan menengah dianggap kunci untuk memastikan tenaga kerja yang produktif dan berdaya saing global.

Menurut Donohoe, negara-negara yang gagal melakukan investasi tersebut berisiko kehilangan peluang demografis, terutama di Afrika, di mana generasi muda terbesar dalam sejarah akan memasuki usia produktif. Tanpa kesempatan yang memadai dalam bentuk kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan yang relevan potensi ekonomi besar yang dimiliki generasi muda bisa berubah menjadi beban sosial-ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *