Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) merilis pembaruan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026, yang menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup kontras antara negara maju dan negara berkembang.

Berdasarkan laporan World Economic Outlook Update edisi Januari 2026, ekonomi Amerika Serikat diproyeksikan tumbuh 2,4 persen, sementara kawasan Eropa masih menunjukkan pemulihan yang relatif moderat. Jerman diperkirakan tumbuh 1,1 persen, Prancis 1,0 persen, dan Inggris 1,3 persen. Jepang mencatat proyeksi pertumbuhan terendah di antara negara maju, yakni 0,7 persen, mencerminkan tantangan struktural dan demografis yang berkelanjutan.

Di sisi lain, negara berkembang dan emerging markets tetap menjadi motor pertumbuhan global. India diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,4 persen, diikuti China dan Arab Saudi yang sama-sama diperkirakan tumbuh 4,5 persen. Nigeria juga menunjukkan prospek kuat dengan pertumbuhan 4,4 persen, sementara Brasil diperkirakan tumbuh 1,6 persen dan Rusia 0,8 persen.

Pola ini mengindikasikan bahwa ketimpangan laju pemulihan global masih berlanjut, dengan negara berkembang mempertahankan momentum pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan negara maju. IMF menilai prospek tersebut tetap dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter global, ketahanan fiskal domestik, serta risiko geopolitik dan perdagangan internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *