Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak lagi sekadar mengubah jenis pekerjaan, tetapi secara fundamental mengubah kebutuhan keterampilan tenaga kerja. Di berbagai negara, pekerja menghadapi tekanan untuk beradaptasi, sementara pemerintah berlomba memperkuat sistem pendidikan, pelatihan, dan inovasi agar masyarakat mampu mengikuti perubahan teknologi yang semakin cepat.
Laporan terbaru dari International Monetary Fund (IMF) menekankan bahwa dampak AI terhadap pasar tenaga kerja bersifat struktural dan jangka panjang. AI tidak hanya menggantikan tugas-tugas rutin, tetapi juga meningkatkan permintaan terhadap keterampilan baru mulai dari literasi digital hingga kemampuan analitis dan adaptif yang lebih kompleks.
Namun, kesiapan negara dalam memasok keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan berbasis AI menunjukkan kesenjangan yang lebar. Negara-negara di Eropa Utara tercatat berada di posisi terdepan, didukung oleh sistem pendidikan yang adaptif, pelatihan ulang tenaga kerja yang kuat, serta ekosistem inovasi yang kompetitif. Sebaliknya, banyak negara lain masih tertinggal dalam menyiapkan angkatan kerja menghadapi transformasi ini.
IMF menilai kondisi tersebut menuntut tindakan kebijakan yang tegas dan terkoordinasi. Investasi pada pengembangan keterampilan, dukungan bagi pekerja yang terdampak transisi teknologi, serta kebijakan persaingan yang menjaga pasar tetap terbuka menjadi kunci agar manfaat inovasi AI tidak terkonsentrasi pada kelompok atau sektor tertentu saja.
Tanpa langkah kebijakan yang proaktif, adopsi AI berisiko memperlebar kesenjangan produktivitas dan ketimpangan pendapatan, baik antarpekerja maupun antarnegara. Sebaliknya, dengan strategi yang tepat, AI dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
IMF mendorong pemerintah untuk menempatkan isu keterampilan dan pasar tenaga kerja sebagai bagian inti dari agenda transformasi digital, bukan sekadar pelengkap kebijakan teknologi. Dalam konteks ini, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu apakah AI akan menjadi peluang bersama atau sumber ketimpangan baru.
Tulisan ini disusun berdasarkan analisis kebijakan dan publikasi IMF mengenai dampak AI terhadap masa depan dunia kerja. Warna Media akan terus memantau implikasi kebijakan teknologi terhadap pasar tenaga kerja dan pembangunan ekonomi.