Global. Laporan terbaru Global Economic Prospects menunjukkan bahwa perekonomian global pada 2025 diperkirakan tetap tumbuh stabil, dengan ketahanan yang relatif kuat di banyak negara berkembang. Namun, di balik ketahanan tersebut, ketimpangan pemulihan masih menjadi persoalan utama. Sekitar satu dari empat negara berkembang tercatat masih berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi 2019, menandakan pemulihan yang tidak merata.

Di sisi lain, laporan tersebut menyoroti peran krusial transformasi digital dalam memperluas kesempatan kerja. Akses terhadap teknologi digital dinilai mampu membuka peluang pasar dan lapangan kerja bagi kelompok masyarakat termiskin, asalkan hambatan konektivitas dan infrastruktur dapat diatasi secara sistemik. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, kesenjangan digital berisiko memperlebar ketimpangan ekonomi antarwilayah dan kelompok sosial.

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) juga membawa tantangan baru, khususnya terkait tekanan terhadap sumber daya air. Analisis terbaru menunjukkan bahwa meningkatnya kebutuhan air untuk pusat data AI dapat menimbulkan risiko lingkungan, terutama bagi negara berkembang yang memiliki kapasitas pengelolaan air terbatas. Kondisi ini menegaskan pentingnya tata kelola sumber daya lokal sebagai bagian dari kebijakan pembangunan digital.

Dalam konteks pembangunan wilayah, pemanfaatan data pertanahan semakin dipandang strategis. Peta data lahan berbasis data terbuka kini mengaitkan informasi pertanahan dengan penciptaan lapangan kerja, penerimaan daerah, dan pengembangan perkotaan. Pendekatan berbasis data ini diharapkan dapat memperkuat perencanaan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, di sektor pertanian, program AgriConnect di Guinea menunjukkan bagaimana dukungan kebijakan dan akses pasar dapat meningkatkan produktivitas petani, memperluas jaringan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru. Contoh ini memperlihatkan bahwa intervensi terarah di sektor riil masih menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inklusi.

Dari sisi ketenagakerjaan, pengalaman Argentina menyoroti peran pelatihan keterampilan dan pendampingan karier bagi generasi muda. Program tersebut membantu kaum muda bertransisi menuju pekerjaan formal, sekaligus memperbaiki prospek pendapatan dan stabilitas ekonomi jangka panjang.

Secara keseluruhan, temuan-temuan ini menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan global menunjukkan ketahanan, tantangan struktural—mulai dari ketimpangan pemulihan, kesenjangan digital, hingga tekanan sumber daya alam—akan menjadi isu kebijakan kunci yang menentukan arah pembangunan ekonomi global ke depan.
(Sumber: World Bank)


Catatan Redaksi

Berita ini disusun sebagai ringkasan kebijakan global berbasis laporan resmi dan tidak memuat sikap editorial. Warna Media akan menindaklanjuti isu-isu tersebut melalui analisis dan data kontekstual bagi pembaca di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *