Washington D.C., Januari 2026 — Tren terbaru dalam sistem statistik pemerintah Amerika Serikat menunjukkan bahwa semakin banyak data publik yang terhenti atau dihentikan, termasuk informasi penting terkait ketahanan pangan dan emisi gas rumah kaca, yang berpotensi menghambat pemahaman terhadap tren sosial-ekonomi yang mendasar di negara tersebut.
Dilaporkan oleh Bloomberg, judul utama media tersebut menyatakan bahwa dari data ketahanan pangan hingga emisi, menghilangnya data membuat pemahaman atas realitas kondisi Indonesia menjadi semakin rumit, dengan implikasi luas bagi peneliti, pembuat kebijakan, dan publik.
Mengapa Data Menghilang?
Menurut ulasan awal, beberapa program statistik telah dihentikan atau dialihkan, termasuk survei tahunan mengenai berapa banyak warga Amerika yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan. Penghentian ini berarti data penting untuk menilai perkembangan ketahanan pangan nasional tidak lagi tersedia secara teratur, sehingga sulit bagi pembuat kebijakan untuk mengukur tren atau merancang respons yang tepat.
Hal serupa terjadi pada pelaporan emisi gas rumah kaca dan indikator lingkungan lainnya ketika rilisan statistik resmi berkurang, kapasitas peneliti untuk memantau komitmen iklim dan menetapkan kebijakan mitigasi menjadi terhambat.
Implikasi Kebijakan: Transparansi & Akuntabilitas Terancam
Ketiadaan data penting tidak hanya berdampak pada pemodelan akademik, tetapi juga pada pembuatan kebijakan publik berbasis bukti (evidence-based policymaking). Tanpa angka yang konsisten dan tersedia, pemerintah berpotensi membuat keputusan strategis dengan basis informasi yang tidak lengkap atau lebih buruk lagi, tidak akurat. Hal ini membuka celah bagi disinformasi dan mis-interpretasi tren sosial.
Di tingkat legislatif dan administratif, kurangnya data dapat memperlemah fungsi pengawasan, termasuk dalam:
- Penilaian kebutuhan program bantuan sosial
- Perencanaan respons krisis pangan
- Pemantauan emisi dan pencapaian target iklim
Tantangan bagi Penelitian & Publik
Komunitas akademik dan lembaga riset kini menghadapi tantangan untuk menemukan sumber data alternatif, seperti dataset longitudinal dari studi independen yang sifatnya tidak rutin dirilis oleh pemerintah seperti Panel Study of Income Dynamics yang diolah untuk mempelajari dinamika ketahanan pangan jangka panjang.
Namun, sebagian besar data dari studi independen tidak memiliki cakupan atau frekuensi yang sama, sehingga tidak sepenuhnya dapat menggantikan peran statistik pemerintah untuk kebijakan real-time.
Ruang Klarifikasi & Permintaan Transparansi
Warga, akademisi, dan pembuat kebijakan kini mendesak adanya peninjauan kembali terhadap pemutusan atau pengurangan publikasi data statistik. Permintaan ini mencakup agar pemerintah federal:
- Menjamin kelangsungan rilis data dasar yang menjadi acuan nasional
- Meningkatkan transparansi metode dan ruang lingkup statistik
- Memperkuat keterbukaan akses publik untuk data kebijakan yang relevan