Washington & Caracas, 9 Januari 2026. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer kilat oleh Amerika Serikat telah mengejutkan dunia dan membuka preseden baru dalam penggunaan kekuatan luar negeri oleh Gedung Putih. Langkah ini mendorong perdebatan politik domestik di AS dan mempertanyakan arah kebijakan luar negeri Washington di era pasca-perang dingin.

Presiden AS Donald Trump menggambarkan operasi itu sebagai pencapaian strategis yang menegaskan kembali “kekuatan Amerika”, dengan Maduro dan istrinya dibawa ke kapal induk dan kemudian dipindahkan ke New York untuk menghadapi tuduhan berat termasuk narkoterorisme.

Langkah tersebut memicu reaksi global yang beragam. Beberapa sekutu AS merespons secara hati-hati, sementara protes anti-intervensi muncul di luar kedutaan AS di Pretoria, Afrika Selatan, di mana pernyataan keras disuarakan terhadap apa yang disebut para demonstran sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

Kongres AS & Kekhawatiran War Powers

Reaksi domestik terhadap operasi itu tidak hanya terbatas pada opini publik. Senat AS mengesahkan langkah lanjutan terhadap War Powers Resolution yang bertujuan membatasi Presiden dari melakukan aksi serupa di masa depan tanpa persetujuan Kongres. Usulan tersebut mencerminkan kekhawatiran bipartisan bahwa tindakan militer unilateral tanpa otorisasi legislatif bisa merusak prinsip pengawasan konstitusional.

Trump dan Komitmen terhadap Pertahanan Ukraina

Isu kebijakan luar negeri lainnya turut mengemuka dalam wawancara terbaru Trump. Ia menunjukkan kesediaannya untuk terlibat dalam pertahanan masa depan Ukraina terhadap agresi Rusia, namun dengan catatan penting: keterlibatan itu hanya mungkin jika ia yakin Moskow tidak akan kembali melakukan serangan besar. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan serius tentang kredibilitas jaminan keamanan AS terhadap sekutu Eropa di tengah konflik berlarut.

Komentar semacam itu datang ketika pembicaraan keamanan antara AS dan Ukraina sedang berlangsung, dengan pejabat Ukraina menyatakan bahwa dokumen jaminan keamanan hampir selesai disepakati. Namun, masih ada hambatan signifikan dalam pembicaraan yang melibatkan kondisi wilayah sengketa dan jaminan keamanan yang komprehensif terhadap ancaman intensifikasi konflik.

Dampak Geopolitik & Ketidakpastian Strategis

Kombinasi dari dua peristiwa ini operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat dan pernyataan yang menunjukkan keterbatasan dalam komitmen pertahanan kolektif memperlihatkan ketidakpastian strategi luar negeri Washington. Di satu sisi, AS menunjukkan kemampuan untuk menggunakan kekuatan militer secara agresif; di sisi lain, ada sinyal yang ambigu mengenai bagaimana dan kapan Washington akan melindungi sekutu strategisnya seperti Ukraina.

Hal ini memicu kekhawatiran di antara mitra AS di Eropa dan regional tentang keandalan jaminan keamanan Amerika di tengah era geopolitik yang semakin multipolar dan penuh tekanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *