Washington, 7 Januari 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak mentah “bersanksi” kepada AS, yang akan dijual pada harga pasar dan hasil penjualannya akan dikontrol langsung oleh Trump untuk digunakan demi manfaat rakyat kedua negara. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform media sosialnya dan telah dikonfirmasi oleh sejumlah media besar. Al Jazeera+1

Menurut Trump, minyak tersebut akan segera dibawa ke pelabuhan-pelabuhan di AS menggunakan kapal penyimpanan. Ia juga meminta Menteri Energi, Chris Wright, untuk melaksanakan rencana tersebut “segera”. Trump menegaskan dana hasil penjualan akan dimanfaatkan baik bagi rakyat Venezuela maupun Amerika Serikat. Fortune

Implikasi Kebijakan Energi & Ekonomi

Pengumuman ini datang di tengah ketegangan geopolitik yang sedang memuncak setelah operasi militer AS yang menewaskan dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro awal pekan ini sebuah tindakan yang banyak dikritik sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan berpotensi bertentangan dengan hukum internasional. AP News

Dari perspektif kebijakan energi global, rencana itu memiliki beberapa implikasi penting:

🔹 Pasokan Minyak dan Harga Global: WTI, patokan minyak AS, sempat mencatat penurunan setelah berita tersebut, mencerminkan kekhawatiran pasar akan pasokan dan dinamika geopolitik baru. Reuters
🔹 Intervensi Pemerintah: Dengan Trump mengklaim kontrol penuh atas hasil penjualan, muncul pertanyaan tentang peran pemerintah dalam mengatur atau menasionalisasi hasil penjualan komoditas asing, serta bagaimana itu sejalan dengan hukum domestik dan internasional.
🔹 Relasi Energi AS–Venezuela: Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, tapi produksinya merosot tajam karena sanksi dan mismanajemen. Langkah AS ini bisa memicu kebangkitan kembali perusahaan minyak AS di Venezuela, selama restrukturisasi hukum dan investasi besar dilakukan. Argus Media

Aspek Hukum dan Geopolitik

Langkah Trump memanfaatkan minyak Venezuela secara langsung juga mencuatkan sejumlah pertanyaan hukum dan geopolitik yang belum terjawab secara jelas:

  • Status Kepemilikan: Bagaimana sebuah negara berdaulat menyerahkan minyaknya secara efektif ke negara lain dan menetapkan di mana hasilnya dibelanjakan?
  • Hukum Internasional: Kritik internasional terhadap intervensi militer AS beberapa hari lalu menyoroti potensi pelanggaran hukum internasional dan gangguan terhadap kedaulatan negara yang diakui. The Guardian
  • Kebijakan Sanksi: Langkah ini juga berpotensi menciptakan preseden baru dalam penggunaan sanksi ekonomi serta distribusi hasilnya dalam kebijakan luar negeri AS.

Analisis Risiko Kebijakan

Para analis energi dan hubungan internasional mencatat bahwa strategi ini bisa membawa risiko jangka panjang:

  • Ketergantungan Baru: Alih-alih diversifikasi energi, AS bisa makin terikat pada sumber minyak geopolitik yang sensitif.
  • Preseden Global: Negara lain mungkin meniru pendekatan yang serupa, yang dapat merusak norma-norma perdagangan internasional.
  • Stabilitas Domestik Venezuela: Meskipun Trump menjanjikan manfaat untuk rakyat Venezuela, tidak jelas bagaimana pendapatan itu akan didistribusikan tanpa struktur pemerintahan yang stabil.

Sejauh ini, detail mekanisme implementasi, pengawasan penggunaan dana, dan tanggapan resmi dari pemerintah Venezuela sendiri belum tersedia secara komprehensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *