Eropa — Pertumbuhan ekonomi Eropa tercatat melambat selama dua dekade terakhir, seiring penurunan produktivitas tenaga kerja dan stagnasi pendapatan per kapita. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran mengenai daya saing kawasan tersebut di tengah perubahan ekonomi global yang semakin cepat.

Namun, perkembangan pesat kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai membuka peluang baru bagi inovasi, investasi, dan penguatan daya saing. Dalam analisis terbarunya, International Monetary Fund menyoroti bahwa AI berpotensi menjadi sumber pertumbuhan produktivitas berikutnya bagi Eropa jika diiringi dengan kebijakan yang tepat.

Menurut IMF, tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kemampuan negara dan pelaku usaha untuk menerjemahkan potensi teknologi menjadi manfaat ekonomi nyata. Tanpa kebijakan pendukung, kemajuan AI berisiko terkonsentrasi pada segelintir sektor atau perusahaan, sementara dampaknya terhadap produktivitas agregat tetap terbatas.

Kebijakan Jadi Faktor Penentu

IMF menekankan bahwa agar AI benar-benar berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, pemerintah Eropa perlu memastikan kesiapan tenaga kerja dan dunia usaha. Hal ini mencakup investasi pada keterampilan digital, dukungan terhadap adopsi teknologi di sektor usaha, serta penciptaan ekosistem inovasi yang mendorong riset dan investasi jangka panjang.

Jika tantangan tersebut tidak diatasi, Eropa berpotensi tertinggal dari kawasan lain yang lebih agresif dalam memanfaatkan AI sebagai pengungkit produktivitas. Sebaliknya, dengan kebijakan yang tepat, AI dapat berfungsi sebagai instrumen untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan membuka gelombang baru pertumbuhan berbasis produktivitas.

Implikasi Jangka Panjang

Dalam perspektif kebijakan publik, isu ini tidak hanya menyangkut pertumbuhan ekonomi, tetapi juga distribusi manfaat teknologi. IMF mengingatkan bahwa keberhasilan AI sebagai mesin pertumbuhan akan sangat bergantung pada sejauh mana pekerja dan pelaku usaha kecil–menengah dapat ikut menikmati manfaatnya, bukan hanya perusahaan besar berteknologi tinggi.

Ke depan, pilihan kebijakan yang diambil Eropa dalam beberapa tahun mendatang akan menentukan apakah AI menjadi sekadar kemajuan teknologi, atau benar-benar berubah menjadi dividen pertumbuhan yang mampu mengatasi stagnasi produktivitas jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *