Menembus angka psikologis 10.000 poin, FTSE 100 membuka 2026 dengan pesan yang lebih besar daripada sekadar rekor. Ia menandai pergeseran selera risiko global dari euforia teknologi berbiaya mahal menuju aset yang dinilai “murah, berpendapatan global, dan defensif”. Pertanyaannya: apakah ini reli yang berkelanjutan, atau hanya rotasi sementara?
Secara struktural, FTSE 100 memang berbeda dari indeks AS. Komposisinya didominasi perusahaan multinasional dengan pendapatan luar negeri, sektor komoditas, perbankan, dan pertahanan bukan teknologi berpertumbuhan tinggi. Ketika valuasi saham AS tertekan oleh ekspektasi suku bunga tinggi yang lebih lama, Inggris tampil sebagai alternatif valuasi. Angka 10.000 menjadi simbol bahwa modal global sedang mencari ketahanan, bukan cerita pertumbuhan semata.
Namun, angka indeks tidak otomatis merefleksikan kesehatan ekonomi domestik. Inggris masih menghadapi pertumbuhan yang rapuh, produktivitas yang tertahan, dan ruang fiskal yang sempit. Kenaikan FTSE 100 lebih mencerminkan global earnings exposure ketimbang dinamika ekonomi rumahannya. Dalam arti ini, reli tersebut adalah cermin globalisasi laba, bukan pemulihan nasional yang merata.
Di sinilah risiko kebijakan muncul. Jika reli ini dibaca sebagai “lampu hijau” untuk menunda reformasi struktural—dari investasi produktivitas hingga kejelasan arah industri maka pasar bisa berbalik cepat. Ketergantungan pada sentimen global membuat FTSE 100 sensitif terhadap harga komoditas, geopolitik, dan arah suku bunga global. Kebijakan moneter yang terlalu ketat atau sinyal fiskal yang ambigu berpotensi mematahkan momentum.
Ada pula dimensi distribusi yang kerap luput: siapa yang menikmati reli? Dengan kepemilikan saham yang terkonsentrasi, lonjakan indeks berisiko memperlebar kesenjangan jika tidak diiringi kebijakan yang mendorong partisipasi dan investasi riil. Pasar modal yang kuat seharusnya menjadi jembatan ke ekonomi nyata bukan menara gading angka.
Ke depan, makna 10.000 poin akan ditentukan oleh pilihan kebijakan. Jika otoritas mampu memanfaatkan kepercayaan pasar untuk mempercepat investasi produktif, memperbaiki iklim usaha, dan menjaga kredibilitas moneter termasuk koordinasi yang jelas antara fiskal dan moneter maka reli ini bisa menjadi fondasi. Jika tidak, ia akan tercatat sebagai puncak rotasi: impresif di grafik, rapuh di dasar.
Pada akhirnya, FTSE 100 di atas 10.000 bukanlah garis finis. Ia adalah pertanyaan terbuka: apakah Inggris akan mengubah kepercayaan pasar menjadi pembaruan ekonomi, atau membiarkannya lewat sebagai angka yang indah namun singkat.