London, 2 Januari 2026 — Indeks saham unggulan Inggris FTSE 100 berhasil menembus angka 10.000 poin untuk pertama kalinya dalam sejarah pada pembukaan perdagangan tahun ini, menandai momentum kuat setelah reli luar biasa sepanjang 2025. Financial Times
Indeks blue-chip London, yang menghimpun 100 perusahaan terbesar di Bursa Efek London, mencatat kenaikan intraday hingga sekitar 10.046,25 poin sebelum ditutup sedikit lebih rendah pada level 9.951,14 poin, sekaligus mencatat rekor tertinggi sejak peluncurannya pada 1984. Wikipedia
Pencapaian ini memperkuat tren positif yang sudah berjalan tahun lalu, di mana FTSE 100 membukukan kenaikan tahunan sekitar 21,5% — kinerja terbaik sejak 2009. Relatif terhadap indeks utama AS seperti S&P 500, FTSE justru berhasil mengungguli kinerja pasar saham Amerika sepanjang 2025. Financial Times
Dorongan dari Investor Global dan Rotasi Portofolio
Investor internasional menjadi salah satu pendorong utama reli ini, dengan aliran modal yang beralih dari saham teknologi AS yang dinilai overvalued ke saham Inggris dengan valuasi lebih menarik dan pendapatan global yang kuat. Sektor-sektor seperti perbankan, pertambangan, dan pertahanan juga tampil sebagai pengangkat utama indeks. Financial Times
Chancellor Inggris Rachel Reeves menyambut pencapaian ini sebagai “suara kepercayaan terhadap ekonomi Inggris dan awal yang kuat untuk 2026”, meskipun pertumbuhan ekonomi domestik masih relatif stagnan dan kekhawatiran terhadap kebijakan fiskal tetap ada. Financial Times
Implikasi Pasar dan Risiko ke Depan
Momen bersejarah ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar: UK equities menarik bagi investor global yang mencari diversifikasi risiko, terutama di tengah kekhawatiran terhadap valuasi tinggi pada sektor teknologi di AS dan gejolak geopolitik yang terus berlangsung. Financial Times
Namun, sejumlah analis memperingatkan bahwa melampaui angka psikologis 10.000 bukan jaminan tren berkelanjutan. Kinerja indeks sangat bergantung pada permintaan global terhadap komoditas, arah suku bunga Bank of England, serta sentimen terhadap ekonomi Inggris yang belum sepenuhnya solid. IG
Sementara itu, reli di pasar saham utama Eropa secara umum menunjukkan tren positif pada awal 2026, dengan indeks Stoxx 600 juga mencatat rekor tinggi, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan regional meskipun tantangan ekonomi masih mengintai. Reuters