Jakarta — Ketika perhatian publik dan pasar global sepanjang 2025 tersedot pada gejolak geopolitik dan volatilitas jangka pendek, data justru menunjukkan dinamika berbeda di negara-negara berkembang. Sejumlah peluang ekonomi muncul di bawah permukaan, luput dari sorotan headline utama.
Laporan terbaru dari International Finance Corporation (IFC) berjudul “What the Data Told Us in 2025” mengungkap bahwa indikator-indikator kunci mulai dari arus investasi, pembiayaan sektor produktif, hingga ketahanan pasar domestik memberikan sinyal yang tidak selalu sejalan dengan narasi pesimistis di ruang publik.
Menurut IFC, pembacaan data sepanjang 2025 menunjukkan bahwa sebagian negara berkembang justru mengalami perbaikan fundamental di tengah ketidakpastian global. Peningkatan aktivitas di sektor-sektor tertentu, terutama yang terkait dengan infrastruktur, energi, dan pembiayaan usaha, menjadi indikasi bahwa peluang investasi tidak hilang, melainkan bergeser dan menuntut pembacaan yang lebih cermat.
Ketika Data Tidak Sejalan dengan Narasi
Laporan tersebut menyoroti kesenjangan antara persepsi pasar dan realitas empiris. Di saat sentimen investor dibentuk oleh isu-isu makro global, data mikro dan sektoral memperlihatkan adanya resiliensi dan adaptasi struktural di sejumlah ekonomi berkembang. Perbedaan inilah yang, menurut IFC, kerap menyebabkan peluang investasi terlewatkan.
Pendekatan berbasis data menjadi krusial untuk memahami perubahan ini. Tanpa analisis mendalam, dinamika positif di balik angka-angka sering tertutup oleh volatilitas jangka pendek dan pemberitaan yang berfokus pada risiko.
Implikasi bagi Investor dan Pembuat Kebijakan
Temuan IFC memberi pesan ganda. Bagi investor, laporan ini menegaskan pentingnya melampaui headline dan kembali pada indikator fundamental dalam menilai risiko dan peluang. Sementara bagi pembuat kebijakan, data tersebut menggarisbawahi bahwa kebijakan yang tepat dapat memperkuat daya tarik ekonomi, bahkan ketika kondisi global tidak sepenuhnya kondusif.
Dalam konteks kebijakan publik, pembacaan data yang keliru berisiko menghasilkan respons yang tidak proporsional baik terlalu defensif maupun terlalu ekspansif. Sebaliknya, analisis berbasis bukti memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Membaca Angka untuk Melihat Arah
Laporan “What the Data Told Us in 2025” menjadi pengingat bahwa arah ekonomi sering kali tidak sepenuhnya tercermin dalam narasi permukaan. Di negara berkembang, peluang kerap hadir dalam bentuk pergeseran struktural yang tenang, menunggu untuk dibaca oleh mereka yang bersedia menggali data lebih dalam.