Jakarta, Desember 2025 — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengakui adanya penurunan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers pemerintah pusat yang mencerminkan dinamika baru dalam pola perjalanan domestik menjelang akhir tahun. RCTI+

Menurut data Kementerian Pariwisata, jumlah wisatawan Nusantara yang memilih Pulau Dewata turun sekitar 2 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Meski angka ini relatif moderat, tren tersebut menunjukkan perubahan preferensi tujuan liburan di antara masyarakat Indonesia. RCTI+

“Memang wisatawan Nusantara sedikit menurun, mungkin dikarenakan gencarnya informasi bahwa cuaca kurang baik,” ujar Menpar Widiyanti. Ia menjelaskan bahwa persepsi publik terhadap kondisi cuaca di Bali menjadi salah satu faktor utama masyarakat menunda atau mengalihkan pilihan destinasi mereka ke wilayah-wilayah yang lebih mudah dijangkau darat, seperti objek wisata di Pulau Jawa. RCTI+

Persepsi Risiko dan Perilaku Wisata

Analisis awal pemerintah menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang cuaca ekstrem yang tersebar luas di media sosial dan platform daring memberi dampak pada keputusan wisatawan domestik. Informasi soal potensi cuaca buruk di sejumlah titik di Bali membuat masyarakat cenderung memilih destinasi alternatif yang dianggap lebih stabil secara cuaca dan logistik, seperti Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Instagram+1

Pengamat pariwisata menilai fenomena ini menjadi indikator risk perception yang kuat di tengah masyarakat Indonesia. Pandangan risiko, meski tidak selalu mencerminkan kondisi objektif di lapangan, seringkali memengaruhi perilaku perjalanan lebih signifikan daripada data statistik tentang cuaca atau tingkat okupansi destinasi. (Catatan: istilah ‘risk perception’ relevan dalam studi perilaku wisatawan). Wikipedia

Menpar Widiyanti juga menegaskan bahwa meskipun kunjungan domestik sedikit menurun, target kunjungan wisatawan mancanegara diperkirakan tetap akan tercapai akhir 2025. Pemerintah sejauh ini mencatat tren kuat kunjungan internasional ke Bali, yang belum terpengaruh oleh dinamika domestik tersebut. RCTI+

Implikasi Kebijakan Pariwisata

Kasus ini menyentuh sisi kebijakan pariwisata yang lebih luas, terutama tentang ketergantungan Bali pada pasar tertentu. Selama ini Bali dikenal sebagai destinasi prioritas asing, sementara destinasi lain fokus pada wisata domestik dan halal tourism. Ketidakseimbangan ini dapat menciptakan sensitivitas terhadap perubahan preferensi lokal dan persepsi risiko yang dipicu oleh informasi digital. Facebook

Pemerintah daerah dan pusat dihadapkan pada tantangan untuk memperkuat komunikasi risiko dan pemasaran destinasi agar informasi objektif tidak tenggelam oleh narasi negatif di media sosial. Selain itu, pejabat pariwisata perlu menilai apakah strategi pemasaran regional sudah cukup responsif terhadap perubahan tren perjalanan domestik.

Menjaga Kepercayaan Pasar Domestik

Para pelaku industri pariwisata di Bali disarankan memperhatikan dinamika ini sebagai panggilan untuk memperkuat layanan, pengalaman wisata, dan jaminan keamanan bagi wisatawan Nusantara. Ini termasuk penyampaian data cuaca yang akurat dan edukasi publik yang berbasis bukti, bukan hanya persepsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *