Standar Global Meningkat, Tantangan Daya Saing Indonesia
Standar internasional kian menentukan akses pasar dan posisi dalam rantai nilai global. Laporan terbaru World Bank menunjukkan negara berkembang berisiko tertinggal bila tidak mampu beradaptasi.
Angle Indonesia: Peningkatan standar ESG, digital, dan lingkungan berimplikasi langsung pada ekspor manufaktur dan komoditas Indonesia. Tanpa percepatan harmonisasi regulasi, sertifikasi, dan dukungan UMKM—Indonesia berisiko menghadapi non-tariff barriers yang kian ketat, terutama di pasar Eropa dan Amerika Utara.
Target 1,5 Miliar Layanan Kesehatan: Peluang Penguatan Sistem Primer Indonesia
Dengan 15 negara meluncurkan National Health Compacts, perluasan layanan kesehatan primer dipercepat.
Agenda ini sejalan dengan penguatan layanan primer dan transformasi kesehatan nasional. Tantangannya terletak pada pemerataan tenaga kesehatan, pembiayaan berkelanjutan JKN, serta integrasi layanan primer–rujukan. Keberhasilan akan berdampak pada produktivitas tenaga kerja dan pengendalian biaya kesehatan jangka panjang.
Inovasi Pembangunan: Relevansi bagi Agenda Hilirisasi Indonesia
Setelah 25 tahun pembelajaran, Bank Dunia menekankan institusi adaptif, pembiayaan inovasi, dan kolaborasi lintas sektor sebagai kunci.
Dorongan hilirisasi dan ekonomi digital membutuhkan ekosistem inovasi yang konsisten—mulai dari kepastian regulasi, insentif R&D, hingga pembiayaan tahap awal. Tanpa itu, nilai tambah domestik berisiko tertahan, dan ketergantungan pada teknologi impor tetap tinggi.
Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak: Dimensi Kebijakan Sosial Indonesia
Upaya global menuntut penguatan pencegahan, perlindungan, dan akuntabilitas.
Penguatan kebijakan perlindungan perempuan dan anak perlu diikuti konsistensi implementasi di daerah, pendanaan layanan pendampingan, serta integrasi data lintas lembaga. Dampaknya tidak hanya sosial, tetapi juga ekonomi—terkait partisipasi kerja, kualitas SDM, dan kohesi sosial.