Studi Kasus: Shopee dan Tokopedia dalam Menyelaraskan Strategi dan Organisasi

Permulaan Cerita: Dua Raksasa, Dua Jalan

Dalam satu dekade terakhir, dunia e-commerce Indonesia menjadi arena pertarungan dua raksasa digital: Shopee dan Tokopedia. Keduanya bukan sekadar platform jual beli, melainkan simbol dua filosofi manajemen yang sangat berbeda. Shopee dikenal sebagai organisasi yang lincah, gesit, dan agresif dalam inovasi. Tokopedia, sebaliknya, tumbuh sebagai organisasi yang stabil, sistematis, dan sangat berhati-hati dalam mengambil langkah.

Di permukaan, keduanya terlihat sama — menjual produk, menargetkan pengguna muda, dan mengandalkan promosi masif. Namun di balik layar, mereka memiliki struktur organisasi dan aliran keputusan yang sangat berbeda. Perbedaan inilah yang menentukan cara mereka merespons perubahan pasar, mengelola sumber daya, hingga membangun daya tahan jangka panjang.

Pertanyaan yang menarik adalah:

“Apakah keberhasilan dalam bisnis digital ditentukan oleh kecepatan beradaptasi, atau oleh kemampuan menjaga efisiensi dan kontrol?”

Untuk menjawabnya, kita perlu menelusuri bagaimana Shopee dan Tokopedia menata struktur organisasinya — dan bagaimana struktur itu memengaruhi arah strategi mereka.


Shopee: Kecepatan sebagai DNA Organisasi

Ketika Shopee memasuki pasar Indonesia pada 2015, mereka sadar bahwa kunci kemenangan ada pada kecepatan. E-commerce adalah industri yang bergerak seperti arus deras — siapa yang terlambat berinovasi, akan terseret dan tenggelam.

Karena itu, Shopee membangun struktur matriks adaptif, yaitu sistem organisasi yang memungkinkan setiap karyawan bekerja di dua jalur:

  1. Fungsi tetap, seperti Marketing, Finance, IT, atau Product Design.
  2. Proyek sementara, seperti kampanye besar 11.11, 12.12, Ramadhan Sale, atau Shopee Food Expansion.

Artinya, seorang staf marketing bisa saja bekerja langsung bersama tim teknologi dan logistik untuk proyek kampanye besar, tanpa harus menunggu keputusan berjenjang dari atas.

Keuntungan utama struktur ini adalah kecepatan pengambilan keputusan dan kolaborasi lintas divisi. Ide baru dapat diuji langsung, produk baru diluncurkan dengan cepat, dan keputusan dapat diambil secara real-time.

Namun, konsekuensinya pun berat. Shopee hidup dalam tekanan koordinasi yang sangat tinggi. Dengan struktur matriks, satu karyawan bisa memiliki dua atasan — kepala divisi dan project leader. Situasi ini sering menimbulkan kebingungan prioritas dan potensi konflik dalam manajemen waktu.

Salah satu mantan manajer proyek Shopee pernah berkata dalam wawancara:

“Kami bisa rapat pagi dengan kepala marketing, lalu sore dengan kepala proyek 12.12. Dua-duanya penting, tapi prioritasnya berbeda. Kalau tidak punya komunikasi yang kuat, kita bisa burnout.”

Meski demikian, Shopee tetap bertahan — bahkan memimpin pasar Asia Tenggara. Dalam jangka pendek, struktur ini terbukti efektif untuk kecepatan inovasi dan fleksibilitas strategi.


Tokopedia: Efisiensi dan Ketertiban sebagai Pilar Stabilitas

Berbeda dengan Shopee, Tokopedia tumbuh dengan pendekatan manajerial yang lebih hati-hati dan sistematis. Didirikan pada 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison, Tokopedia mengusung visi: “Membangun Indonesia yang lebih merata melalui teknologi.”

Visi ini menuntut stabilitas jangka panjang dan efisiensi operasional, bukan sekadar pertumbuhan eksplosif. Karena itu, Tokopedia memilih struktur hybrid fungsional-divisional — sebuah kombinasi antara spesialisasi fungsi dan otonomi unit produk.

Dalam struktur ini, Tokopedia memiliki divisi besar seperti Keuangan, SDM, Operasional, dan Teknologi, namun juga unit bisnis semi-independen seperti Tokopedia Salam, Tokopedia Play, dan Mitra Tokopedia. Setiap unit produk memiliki tim operasional sendiri, namun tetap berada di bawah kendali kebijakan pusat.

Struktur hybrid ini memberikan keseimbangan antara efisiensi dan otonomi. Setiap unit bisa berinovasi, tetapi tetap mengikuti standar dan proses yang seragam. Keputusan strategis besar diambil oleh dewan eksekutif pusat, sementara keputusan taktis diberikan kepada kepala unit.

Hasilnya? Tokopedia berhasil membangun stabilitas organisasi dan keberlanjutan jangka panjang. Saat perusahaan lain mengalami turbulensi pasca pandemi, Tokopedia tetap menjaga margin keuntungan dan loyalitas pelanggan.

Namun, konsekuensinya juga nyata. Struktur yang stabil kadang membuat adaptasi lebih lambat. Sebelum meluncurkan fitur baru, Tokopedia harus melewati tahapan validasi, review data, dan evaluasi risiko yang panjang.

Seorang mantan analis senior pernah berkata:

“Kami bukan tidak mau cepat. Kami hanya ingin setiap langkah memiliki dasar yang kuat. Di Tokopedia, satu kesalahan bisa berdampak sistemik, jadi semua harus diuji.”

Struktur hybrid ini membuktikan bahwa ketertiban organisasi dapat menjadi keunggulan kompetitif tersendiri — terutama di fase pertumbuhan matang.


Dua Jalan, Dua Hasil

Jika Shopee adalah “pelari sprint”, maka Tokopedia adalah “marathon runner.”
Shopee menempuh strategi growth-driven, sementara Tokopedia berfokus pada sustainability-driven.

Keduanya menggambarkan dua paradigma besar dalam teori manajemen modern:

  1. Agility and Speed (Shopee)
  2. Stability and Efficiency (Tokopedia)

Untuk melihat lebih jelas perbedaan keduanya, perhatikan tabel berikut:

AspekShopeeTokopedia
Struktur OrganisasiMatriks adaptifHybrid fungsional–divisional
Fokus StrategiKecepatan inovasi dan eksekusiEfisiensi, konsistensi, dan keberlanjutan
KelebihanRespons cepat terhadap pasar, kolaborasi lintas fungsiPengawasan kuat, keputusan berbasis data
KelemahanKoordinasi kompleks, burnout tinggiAdaptasi lambat, birokrasi lebih tebal
Cocok untukPasar dinamis dan kompetitifPasar mapan dan berorientasi jangka panjang

Dari sini terlihat bahwa tidak ada struktur yang mutlak terbaik. Efektivitas struktur bergantung pada strategi dan konteks pasar. Shopee sukses karena pasar e-commerce Asia Tenggara masih dalam fase ekspansi agresif. Tokopedia bertahan karena fokus pada stabilitas dan diversifikasi.


Menyatukan Struktur dan Strategi

Dalam teori klasik manajemen, ada adagium terkenal: “Structure follows strategy.”
Artinya, desain organisasi harus mengikuti arah strategi perusahaan. Namun dalam praktik modern, hubungan keduanya bersifat timbal balik — struktur juga membentuk strategi.

Shopee, dengan struktur matriksnya, menciptakan budaya organisasi yang sangat cepat, dinamis, dan kompetitif. Budaya ini kemudian melahirkan strategi promosi gila-gilaan dan ekspansi cepat lintas negara. Tanpa struktur adaptif, strategi agresif seperti 11.11 Big Sale tidak mungkin bisa dieksekusi.

Sebaliknya, Tokopedia dengan struktur hybrid membangun sistem yang stabil dan konsisten. Budaya kehati-hatian dan analitis muncul dari sistem pengawasan yang ketat. Struktur ini mendorong mereka fokus pada layanan finansial, investasi, dan kemitraan strategis — seperti merger dengan Gojek yang membentuk GoTo Group pada 2021.

Dengan kata lain, struktur bukan hanya alat manajemen — ia adalah refleksi dari jiwa perusahaan.


Jika Anda Menjadi CEO Startup

Bayangkan Anda memimpin startup digital bernama Shopedia, yang baru mendapatkan pendanaan seri B. Perusahaan Anda tumbuh cepat, tapi tim Anda mulai kewalahan: kampanye sering tumpang tindih, keputusan lambat, dan koordinasi antar divisi memburuk.

Apakah Anda akan meniru struktur Shopee yang adaptif dan cepat, atau Tokopedia yang stabil dan terkontrol?

Keputusan ini bukan sekadar administratif — melainkan strategis. Jika startup Anda beroperasi di industri yang bergerak cepat (seperti fintech atau e-commerce), maka struktur matriks mungkin lebih sesuai. Namun, jika Anda bermain di industri yang padat regulasi (seperti pendidikan atau energi), struktur hybrid yang lebih stabil bisa menjadi pilihan bijak.

Refleksi ini mengajarkan bahwa manajer modern tidak hanya harus memahami teori struktur organisasi, tetapi juga mampu menyelaraskan struktur dengan arah strategi dan lingkungan bisnis.


Struktur adalah Kompas, Bukan Peta

Shopee dan Tokopedia mungkin terlihat seperti dua sisi mata uang yang berbeda, tetapi keduanya mengajarkan prinsip yang sama: tanpa struktur yang tepat, strategi hanyalah cita-cita di atas kertas.

Struktur organisasi bukan sekadar bagan yang menunjukkan siapa melapor pada siapa. Ia adalah sistem hidup yang menentukan bagaimana informasi mengalir, bagaimana keputusan dibuat, dan bagaimana energi manusia diarahkan ke satu tujuan bersama.

Shopee membuktikan bahwa struktur yang fleksibel bisa menciptakan inovasi besar. Tokopedia menunjukkan bahwa struktur yang stabil bisa menjaga kepercayaan jangka panjang.

Pada akhirnya, pilihan struktur bukan soal benar atau salah, cepat atau lambat — melainkan soal keselarasan.
Struktur yang baik adalah yang tumbuh seiring dengan arah dan nilai organisasi.

Dan seperti kata Peter Drucker, sang bapak manajemen modern:

“The structure of an organization is not an end in itself, but a means to make human strength productive and human weakness irrelevant.”

Itulah inti pelajaran dari kisah dua raksasa digital Indonesia:
bahwa dalam dunia bisnis yang terus berubah, struktur organisasi bukan hanya tulang punggung perusahaan —
tetapi kompas yang menentukan arah perjalanannya.

Pertanyaan 5

Materi (5/5)

Rabu Pagi_P5

NoNamaNilai Skala 100
1Rizkya Rachmaliana100
2Sindi Meyola Br Sembiring100
364251928 SALWA NAFINGA100
4Khansa Prayudati Fathinah97
5Cut Zalianti93
664252048 Adinda Dwi Novita90
7Deswita Aisyah90
8Riyadh Ahmad83
9Raka Adiseputro83
10Naysilla Azzahra83
11Rashika Zakia Zahra80
12Rahmad Riskianto (64252084)80
1364252173 Nayla Fitri Zaskia80
14Robiatul Adawiyah*77
15Robiatul Adawiyah70
16Dewi Agustine Prabowo70
17Syalwa Wibowo70
18Nadin Jania Nurhayati67
19Anggit Setiawan63
20Gendis Ayu Larasati57
21Jevika Berek53
22Reza Adhitya (64252009)47
23Regita Lestari43
24Anisa Puti43
25Faisal Hilmi43
26Fathir Nur Ramadhan23
27Regita Lestari*23

Jumat_P5

Nama MahasiswaNilai Skala 100
Iis Sulastri97
Vika Adellia Putri97
Mico Rafael93
Raysha Yasmin (Naila Chintia Sahara)93
Salsabila Hoirunisa93
Sekar Raini93
Edry Selvi93
Syafa Azizah93
Vellya Zahwa90
Amalia Jihan Ramadhina90
Annisa Ayu Rizqiyani90
Kafka Refani90
Nayla Khairunnisa90
Salsa Sabilah90
Sandhy Prastiyo Aji90
Syawaluddin Fariz Nugraha90
Abdulazis90
Liana Safitri90
Randy Alfantino87
Chelsea Astia Janah87
Adelia87
Andini Devita87
Celly Dwi Zakira87
Debby Aulia Binov87
Eka Lestari87
Muhamad Rifaih87
Nadya Febia Nazwa87
Rafi Maulana87
Rahel Enjelina87
Sarah Aprilia87
Ayusnaeni Rahmasari87
Jessica Fitri Aulya87
Vika Rahmadani87
Adam M.F83
Alysa Azwa Aprilia83
Amelia Permata83
Athaya RM83
Dini Amelia83
Helga Anggraini83
Kharoline Zahra83
Luna Naya Salsabila83
Moch Lukman NulHakim83
Mohamad Azka Hanan Bintang83
Muhammad Khalish Akbar Widiyanto83
Nabila Putri Anggraeni83
Nazwa Zahira Jhofa83
Reva Simbolon83
Reyina Admala83
Nur Fathiah Al Hasna83
Allisha Nurhidayah80
Fauzan Ally80
Ferrina Eka Bunga P.80
Grady Oswaldo80
Kaila Anastasia80
Kresna Fadhilah80
Lely Nasha Laura P80
Leonel Denga80
Muhammad Farhan80
Rahmah Aliyah Salafi80
Rendika Wibowo80
Salwa Salsabila80
Widhea Putri80
Wahyu Caesar80
Widiawati80
Adella Putri Yuniar77
Abraham Prastomo Wibisono77
Anggraini Dyah S77
Anne Stevania77
Indra Arfa Derango Tarigan77
Jihan Nabiilah Nur Ainii77
Tri Nur Khasanah77
Vanya Maylia77
Yeyen Sari77
Zian Marhamah77
Adrian Omar Parani77
Ayu Rahma Widyaningsih77
Fachrico Diaz77
Novia Denisa Kirana77
Zahra Ayu Widyaningsih77
Salsabila Nadhifa Aqilah73
Hawa Lia Putri73
Imey Christ73
Seva Nur Alifah73
Amalia Zahra73
Dwi Cahya73
Marisa Sari73
Elsa Azmania70
Agnesia Febriani70
Andini Nurrahma Sekar Arum70
Greacela Apriyani70
Kevin Aditya Pratama70
Naesa Kayla Ismail70
Nurulita Khusnul Khotimah70
Enggal M.S.R67
Farel Ginawan67
Ruth Nbb67
Putri Adinda63
Alya Fajriatunnisa63
Mattheuw Josiah63
A. Faiz Apriansyah Putra60
Miftachul Banyu Aji60
Pandu Putera60
Melati Huriyah60
Shandy Hero57
Zallfa Alaya Putri53
Anggia Sri Utami47
Muhammad Risky47
Rizka Chaerunissa43
Syakilaaa Utmi43
Naufa Butsainah33
Ardyansyah30
Moh. Yusup Wijaya30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *